Ceritaku Tentang Mama Malam Ini

Lebaran Idul Adha kali ini tersirat sebuah cerita sedih. Bukan karena tidak merasakan hangatnya berlebaran bersama orang tua. Tapi karena semalam aku nonton film "KUN FAYAKUN".
Aku orangnya gampang terharu. Kalau nonton film beradegan sedih, pasti nangis. Tapi aku nggak pernah nangis seperti nonton film KUN FAYAKUN. Soalnya dari adegan awalnya aku sudah dibuat menangis. Aku membayangkan bagaimana kalau kehidupan yang dijalani keluarga Desi Ratnasari (aku lupa nama yang di perankan Agus Kuncoro dan Desi Ratnasari) terjadi pada diriku.
Nasehat dan pesan dari film ini kena banget ke aku. Apalagi aku orangnya plin-plan, shalat selalu bolong, dan terkadang aku lupa kalau sesungguhnya AZAB ALLAH SANGATLAH PEDIH.

(Saat menulis ini aku ditemani lagux Idola Cilik 1, Lagu Untuk Mama, yang nyanyi Angel dan di Medley dengan lagu Bahasa Kalbu. Merinding dan mataku berkaca-kaca).

Karena terlalu malam, dan hari ini aku udah mulai masuk kuliah jadi aku memutuskan untuk tidur.
zzzzzzzz....
hiks..hikss...hiksss,,,rasanya ada yang sesak dalam hatiku, aku menangis dalam tidur ku...
mamaku pergi, meninggalkan dunia.....aku menangis dalam tidur ku...
semua orang menangis, aku menangis histeris, aku sedih hingga tangisku tertahan, tak bisa berteriak, yang ada aku terbangun...
mendapati diriku dalam kegelapan, melihat adik ku Firah sedang tertidur pulas disebelahku..merasakan pipiku basah...mataku bengkak, keringat di wajahku membuat aku ketakutan..

ya Allah..aku cuma bermimpi...
Mimpi mama tak ada lagi didunia ini...aku takut..takut ini bukan sekedar mimpi. Tapi bersyukur this is just a dream, a bad dream.

Ya Allah, mungkin karena ku lupa berdoa sebelum tidur, atau mungkin Engkau mengingatkan aku untuk tak berhenti mendoakan kedua orang tua ku. Tapi aku berharap mimpi ini mengartikan sebuah tanda bahwa Mama ku dalam keadaan sehat, dan panjang umur, Amin!.

Semoga ini menjadi pelajaran untuk ku, untuk semua anak, untuk seorang yang memiliki ibu.
Bahwa doa untuk kedua orang tua harus selalu mengalir dari mulut kita, harus jadi prioritas doa sebelum doa-doa yang lain kita pinta.
Semoga Allah mengabulkan doaku hari ini, Amin!!


When you are a mother, you are never really alone in your thoughts. A mother always has to think twice, once for herself and once for her child. ~Sophia Loren, Women and Beauty

3 komentar:

sarah mengatakan...

met idul adha...saya belum pi nonton itu pilem, bagus kah?? Hehe...
Well, Q link balik blogta' nach..thank you.......
cantiknya blogta' adem2 serta biru...hehe...

sarahtidaksendiri[dot]wordpress[dot]com
sarahtidaksendiri[dot]blogspot[dot]com

Vidi mengatakan...

makasih bu!!!

munoe mengatakan...

Salam kenal balik... makasih dan mau mampir...
Alhamdulillah ya... that was just a bad dream...
Bukan hanya ibu yg sll memikirkan anaknya... Ayah jg lho... (krn skrg sdh jd ayah.. he.. he.. he..)
Orang tua seringkali hanya memikirkan anaknya bahkan tanpa memikirkan dirinya sendiri...